Puisi (dari bahasa Yunani kuno: ποιέω/ποιῶ (poiéo/poió) = I create) adalah seni tertulis di mana bahasa digunakan untuk kualitas estetiknya untuk tambahan, atau selain arti semantiknya.

Penekanan pada segi estetik suatu bahasa dan penggunaan sengaja pengulangan, meter dan rima adalah yang membedakan puisi dari prosa. Namun perbedaan ini masih diperdebatkan. Pandangan kaum awam biasanya membedakan puisi dan prosa dari jumlah huruf dan kalimat dalam karya tersebut. Puisi lebih singkat dan padat, sedangkan prosa lebih mengalir seperti mengutarakan cerita. Beberapa ahli modern memiliki pendekatan dengan mendefinisikan puisi tidak sebagai jenis literatur tapi sebagai perwujudan imajinasi manusia, yang menjadi sumber segala kreativitas. Selain itu puisi juga merupakan curahan isi hati seseorang yang membawa orang lain ke dalam keadaan hatinya.

Baris-baris pada puisi dapat berbentuk apa saja (melingkar, zigzag dan lain-lain). Hal tersebut merupakan salah satu cara penulis untuk menunjukkan pemikirannnya. Puisi kadang-kadang juga hanya berisi satu kata/suku kata yang terus diulang-ulang. Bagi pembaca hal tersebut mungkin membuat puisi tersebut menjadi tidak dimengerti. Tapi penulis selalu memiliki alasan untuk segala 'keanehan' yang diciptakannya. Tak ada yang membatasi keinginan penulis dalam menciptakan sebuah puisi. Ada beberapa perbedaan antara puisi lama dan puisi baru

Namun beberapa kasus mengenai puisi modern atau puisi cyber belakangan ini makin memprihatinkan jika ditilik dari pokok dan kaidah puisi itu sendiri yaitu 'pemadatan kata'. Kebanyakan penyair aktif sekarang baik pemula ataupun bukan lebih mementingkan gaya bahasa dan bukan pada pokok puisi tersebut.

Pada post kali ini saya akan berbagai puisi yang berjumlah 13 yang saya  namai "13 Sins". Hope you enjoy it...




Pembelajaran merupakan suatu sistem, yang terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan satu dengan yang lain. Pembelajaran tersebut harus diperhatikan oleh guru dalam memilih atau menentukan pendekatan dan model pembelajaran.
Pendekatan pembelajaran yang dapat dipergunakan dikelas dengan melibatkan peserta didik secara penuh sehingga peserta didik memperoleh pengalaman dalam menuju kedewasaan.
Kegiatan belajar adalah pembinaan hubungan antara peserta didik dengan pendidik sehingga tercipta hubungan kemanusian yang akrab, terarah dan saling menghargai, saling membantu dan saling belajar.
Keberhasilan proses pembelajaran tidak terlepas dari kemampuan guru mengembangkan model-model pembelajaran yang berorientasi pada peningkatan intensitas keterlibatan siswa secara efektif di dalam proses pembelajaran.
Pengembangan model pembelajaran yang tepat pada dasarnya bertujuan untuk menciptakan kondisi pembelajaran yang memungkinkan siswa dapat belajar secara aktif dan menyenangkan sehingga siswa dapat meraih hasil belajar dan prestasi yang optimal.



Psikologi berasal dari kata Yunani “psyche” yang artinya jiwa. Logos berarti ilmu pengetahuan. Jadi secara etimologi psikologi berarti : “ilmu yang mempelajari tentang jiwa, baik mengenai gejalanya, prosesnya maupun latar belakangnya”. Namun pengertian antara ilmu jiwa dan psikologi sebenarnya berbeda atau tidak sama (menurut Gerungan dalam Khodijah : 2006) karena :
  • Ilmu jiwa adalah : ilmu jiwa secara luas termasuk khalayan dan spekulasi tentang jiwa itu.
  • Ilmu psikologi adalah ilmu pengetahuan mengenai jiwa yang diperoleh secara sistematis dengan metode-metode ilmiah
Psikologi adalah ilmu yang mempelajari gejala kejiwaan yang ditampakkan dalam bentuk perilaku baik manusia ataupun hewan yang pemanfaatannya untuk kepentingan manusia ataupun aktivitas-aktivitas individu baik yang disadari ataupun yang tidak disadari yang diperoleh melalui suatu proses atau langkah-langkah ilmiah tertentu serta mempelajari penerapan dasar-dasar atau prinsip-prinsip, metode, teknik, dan pendekatan psikologis untuk memahami dan memecahkan masalah-masalah dalam pendidikan. Kondisi psikologis adalah kondisi karakteristik psikofisik manusia sebagai individu, yang dinyatakan dalam berbagai bentuk perilaku dalam interaksinya dengan lingkungan. Perilaku merupakan manifestasi dari ciri-ciri kehidupan baik yang tampak maupun tidak tampak à perilaku kognitif, afektif, psikomotor.


Psikologi atau ilmu jiwa yang mempelajari jiwa manusia. Jiwa adalah roh dalam keadaan mengandalkan jasmani, yang dapat dipengaruhi oleh alam sekitar. Karena itu jiwa atau psikis dikatakan inti dari kendali kehidupan manusia yang berada dan melekat dalam manusia itu sendiri. Psikologi juga diartikan mengenai kehidupan mental (The Science of Mental Life), dan ilmu mengenai pikiran (the science of mind).
                 Proses pendidikan yang sangat panjang semenjak kelahiran anak didik sampai tingkat puncak dalam jejang pendidikan memerlukan perhatian dan kepedulian pada aspek psikologis atau kejiwaan. Memahami aspek kejiwaan anak didik merupakan modal dasar tercapainya tujuan-tujuan pendidikan yang telah direncanakan karena itu muncullah berbagai disiplin ilmu kejiwaan yang satu sama lainnya saling keterkaitan secara kontinuitas.
                 Memahami kejiwaan anak sebagai anak manusia tidak akan lepas dari dua unsur yakni jasmani dan rohani. Sedangkan jiwa manusia berkembang sejajar dengan pertumbuhan jasmani. Jiwa balita baru berkembang sangat sedikit seiring dengan tubuhnya yang juga masih berkemampuan sangat sederhana. Makin besar anak itu makin berkembang pula jiwanya. Dengan melalui tahap-tahap tertentu akhirnya anak itu mencapai kedewasaan, baik dari segi kejiwaan maupun dari segi jasmani.
            Dalam perkembangan jiwa dan jasmani, anak-anak dapat belajar. Mereka peka untuk belajar, punya waktu untuk belajar, belum berumah tangga, bekerja, bertanggungjawab terhadap kehidupan keluarga dan masyarakat dengan fase perkembangan mereka. Sehingga layanan pendidikan mereka dibuat bertingkat agar pelajaran dapat dipahaminya.
Previous PostPostingan Lama Beranda